Home

Rabu, 11 Juni 2014

Materi Keperawatan Jiwa


A. Konsep Sehat
Sehat adalah kondisi normal seseorang yang merupakan hak hidupnya. Sehat berhubungan dengan hukum alam yang mengatur tubuh, jiwa, dan lingkungan berupa udara segar, sinar matahari, diet seimbang, bekerja, istirahat, tidur, santai, kebersihan serta pikiran, kebiasaan dan gaya hidup yang baik. Selama beberapa dekade, pengertian sehat masih dipertentangkan para ahli dan belum ada kata sepakat dari para ahli kesehatan maupun tokoh masyarakat dunia.

World Health Organization (WHO) membuat defenisi universal yang menyatakan bahwa pengertian sehat adalah suatu keadaan kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan.

B. Sehat Jiwa
Menurut UU Kesehatan Jiwa No 3 tahun 1996, Sehat jiwa adalah Kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelectual, emocional secara optimal dari seseorang dan perkembangan ini berjalan selaras dengan orang lain.

C. Ilusi, Delusi dan Halusinasi

Ilusi adalah pengamatan yang keliru, yaitu peristiwa objektif yang diterima oleh indera ternyata ditangkap secara salah. Perangsangnya meragukan, atau memperdayakan dan semu sifatnya, sehingga subjek menginterprestasikan pengamatannya secara keliru. Contohnya, oleh rasa ketakutan, pada keremang senja, sebatang perdu tampak seperti gerombolan penyamun. Tiang listrik kelihatan seperti genderuwo (bahasa manado = setang gumutu) yang menakutkan di malam hari dan lain-lain. Jika orang yang bersangkutan kemudian melakukan pengamatan lebih teliti, dan sudah menemukan interprestasi yang tepat dari pengamatannya, maka ilusi itu akan lenyap dengan sendirinya.

Halusinasi adalah pengamatan tanpa objektivitas pengindraan, dan tanpa disertai perangsang-perangsang fisik yang bersangkutan. Atau persepsi atau tanggapan palsu, emnghayati gejala-gejala yang dikhayalkan sebagai hal yang nyata. halusinasi ditimbulkan didalam diri individu itu sendiri, dan pada umumnya dianggap sebagai abnormalitas. Halusinasi merupakan pengamatan yang sebenarnya tidak ada, namun dialami sebagai suatu realitas. Dalam hal ini mempunyai ciri-ralitas nyata yang betul-betul dialami atau dihayati oleh subjek. Orang yang mengalami halusinasi itu melihat dan mendengar peristiwa-peristiwa tertentu; namun perangsang fisik dari peristiwa tadi sama sekali tidak ada.halusinasi biasanya berlangsung pada: orang yang sakit berat, terkena racun-racun tertentu (candu, alkohol, bahan narkotik), dan penderita psikosa berat.

Delusi adalah gambaran tipuan dari pengamatan, gambar semua atau gamabr yang memperdayai kita, dengan kesesatan-kesesatan yang tidak bisa dibetulkan, dan tidak cocok sama sekali dengan fikiran serta pendapat sendiri. Delusi itu pada umumnya ditimbulkan oleh pengalaman-pengalaman masa lampau yang diliputi oleh perasaan-perasaan berdosa dan bersalah, serta haapan-harapan yang tidak atau belum tecapai.

D. Gangguan Schizophrenia

Istilah "skizofrenia" berasal dari bahasa Inggris yaitu "schizophrenia" yang memiliki arti "pikiran terbagi atau terpecah" di mana hal itu mengacu pada terganggunya keseimbangan pada emosi dan pikiran.

Skizofrenia juga diartikan sebagai sekelompok gangguan berat pada otak di mana orang akan menafsirkan realitas dengan abnormal, tidak seperti orang pada umumnya. Orang yang mengalami hal ini akan mengalami beberapa hal seperti halusinasi, khayalan, dan gangguan pada pemikiran dan perilaku. Mayoritas dari penderita ini mengalami gejala seperti halusinasi dan delusi (wahm).

E. Konsep Stress dan Depresi

Stress adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu. Dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat.

Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. Beberapa gejala Gangguan Depresi adalah perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Depresi merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri.

Penyebab suatu kondisi depresi meliputi:
  • Faktor organobiologis karena ketidakseimbangan neurotransmiter di otak terutama serotonin
  • Faktor psikologis karena tekanan beban psikis, dampak pembelajaran perilaku terhadap suatu situasi sosial
  • Faktor sosio-lingkungan misalnya karena kehilangan pasangan hidup, kehilangan pekerjaan, paska bencana, dampak situasi kehidupan sehari-hari lainnya
Menurut Diagnostic and Statistical Manual IV - Text Revision (DSM IV-TR) (American Psychiatric Association, 2000), seseorang menderita gangguan depresi jika: A. Lima (atau lebih) gejala di bawah telah ada selama periode dua minggu dan merupakan perubahan dari keadaan biasa seseorang; sekurangnya salah satu gejala harus (1) emosi depresi atau (2) kehilangan minat atau kemampuan menikmati sesuatu.
  1. Keadaan emosi depresi/tertekan sebagian besar waktu dalam satu hari, hampir setiap hari, yang ditandai oleh laporan subjektif (misal: rasa sedih atau hampa) atau pengamatan orang lain (misal: terlihat seperti ingin menangis).
  2. Kehilangan minat atau rasa nikmat terhadap semua, atau hampir semua kegiatan sebagian besar waktu dalam satu hari, hampir setiap hari (ditandai oleh laporan subjektif atau pengamatan orang lain)
  3. Hilangnya berat badan yang signifikan saat tidak melakukan diet atau bertambahnya berat badan secara signifikan (misal: perubahan berat badan lebih dari 5% berat badan sebelumnya dalam satu bulan)
  4. Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari
  5. Kegelisahan atau kelambatan psikomotor hampir setiap hari (dapat diamati oleh orang lain, bukan hanya perasaan subjektif akan kegelisahan atau merasa lambat)
  6. Perasaan lelah atau kehilangan kekuatan hampir setiap hari
  7. Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan atau tidak wajar(bisa merupakan delusi), dan mengganggap bahwa sumber dari setiap masalah adalah dirinya
  8. Berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, atau sulit membuat keputusan, hampir setiap hari (ditandai oleh laporan subjektif atau pengamatan orang lain)
  9. Berulang-kali muncul pikiran akan kematian (bukan hanya takut mati), berulang-kali muncul pikiran untuk bunuh diri tanpa rencana yang jelas, atau usaha bunuh diri atau rencana yang spesifik untuk mengakhiri nyawa sendiri
F.  Pengertian Stressor
Stresor (stressor) adalah stimulus atau peristiwa yang menimbulkan respon stres pada organisme. Stresor dapat dikategorikan sebagai akut atau kronis, eksternal atau internal terhadap organisme. 
Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-IV-TR) mendefinisikan stresor psikososial sebagai “setiap peristiwa hidup atau perubahan hidup yang mungkin terkait secara temporal (dan mungkin kausal) dengan onset, peristiwa, atau eksaserbasi gangguan mental”.

3 komentar:

  1. Psikologi Perkembangan
    1. Jelaskan fase konsepsi dalam perkermbangan manusia
    2. Jelaskan pengertian pertumbuhan
    3. Jelaskan perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan
    4. Sebutkan tahap – tahap perkembangan manusia menurut Hurlock (1978)
    5. Sebutkan 3 tugas perkembangan Manusia
    6. Sebutkan usia masa remaja menurut Elisabeth Hurlock (1978)
    7. Sebutkan 3 kelompok / penggolongan masa remaja menurut Hurlock (1978)
    8. Sebutkan manfaat bagi Perawat mengetahui tugas – tugas perkembangan.
    9. Jelaskan pengertian PAUD menurut UUSPN 2003
    10. Sebutkan faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum
    Abii Dpe Materi Psikologi mna dank
    Abi blum kasi masuk p abi p blog nih ?

    BalasHapus
  3. New Diet Taps into Revolutionary Plan to Help Dieters Get Rid Of 15 Pounds within Just 21 Days!

    BalasHapus