Tampilkan postingan dengan label Kristologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Oktober 2010

"Ismail Ataukah Ishak ?"

Oleh. Rio Efendi Turipno

Kontroversi seputar siapakah anak yang akan dikurbankan oleh Nabi Ibrahim, turut juga menjadi jurang pemisah antara Islam maupun Kristen. Seluruh kitab suci yang berada dalam rumpun tradisi abrahamik mengisahkan peristiwa penyembelihan Ibrahim terhadap puteranya. Hanya kedua agama tersebut berbeda pandangan tentang siapa yang hendak disembelih di antara putera-putera Ibrahim. Islam menyebut Ismail, anak Ibrahim dari hasil perkawinannya dengan Hajar (Alkitab menyebutnya Hagar), isteri kedua.  Sementara kristen menyakini Ishak, anak Ibrahim dari hasil perkawinannya dengan Sarah (Alkitab menyebutnya Sarai atau Sara), isteri pertama.

Adapun yang menjadi dasar (dalil) dari keyakinan kedua agama tersebut dapat kita simak sebagai berikut:

1.      Penyembelihan Ismail Menurut Al-Qur’an

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ (99) رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ (101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104)  قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآَخِرِينَ (108) سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ (109) كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (110) إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (111) وَبَشَّرْنَاهُ بِإِسْحَاقَ نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ (112) وَبَارَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلَى إِسْحَاقَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَظَالِمٌ لِنَفْسِهِ مُبِينٌ (113)

 “[99]. Dan Ibrahim berkata:"Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. [100]. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh. [101]. Maka Kami beri Dia khabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar. [102]. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku (maksudnya Ismail) Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar". [103]. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). [104]. Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, [105]. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu Sesungguhnya Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. [106]. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. [107]. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. [108]. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian, [109]. (yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim". [110]. Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. [111]. Sesungguhnya ia Termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. [112]. Dan Kami beri Dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang Nabi yang Termasuk orang-orang yang saleh. [113]. Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata. (Qs. Ash-Shaafat : 99-113)

Kristen Bukan Ajaran Yesus

Banyak orang Kristen yang mengaku sebagai pengikut Yesus. Tetapi sedikit diantara mereka mau menelusuri kebenaran agama mereka. Bahkan diantara mereka tidak ada yang mengetahui bahwa ternyata Yesus bukan beragama Kristen dan Kristen bukan ajaran Yesus.
Hal seperti itu tampak sepele atau main-main, padahal ini benar-benar persoalan yang serius. Sebab jika Yesus ternyata bukan beragama Kristen, lalu apa nama agama Yesus yang sebenarnya? Masihkah kita mengakui sebagai pengikut Yesus, sementara agama/ajaran Yesus dan kita berbeda.
Perhatikan ayat-ayat Alkitab dibawah ini :
"Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.” (Kisah Para Rasul  11:23-26)
Ayat ini membuktikan bahwa yang menamakan agama itu "Kristen' bukan Yesus. melainkan Barnabas dan Paulus. Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab nama "Kristen' itu baru muncul jauh setelah Yesus diangkat ke Sorga.

Rabu, 13 Oktober 2010

Meluruskan Tuduhan Terhadap Islam (Bag. 2)

Jawaban No. 4 
Benarkah Ismail tidak berkenan dihadapan Tuhan, berdasarkan Kitab Kejadian 17:18-19 ?
Tidak Benar! Karena kutipan ayat yang ditampilkan dalam konteks peristiwa tersebut hanya potongan ayat yang tidak utuh, maka terkesan bahwa Ismail benar-benar tidak direstui Allah sebagaimana bunyi potongan ayat dibawah ini:
Dan Abraham berkata kepada Allah: ”Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!” Tetapi Allah berfirman: “Tidak,…” (Kejadian 17:18-19)
Bagi orang Kristen (versi Pendeta Suradi) ayat ini dibesar-besarkan. Terkesan seolah-olah Ismail tidak berkenan di mata Tuhan, tidak disukai dan dibenci oleh Tuhan karena dia anak Ibrahim dari budak. Maka ketika Ibrahim memohon kepada Tuhan agar Ismail, anaknya yang pertama diperkenankan hidup dihadapan Tuhan, justru permohonan ini ditolak oleh Tuhan.
Hal ini sengaja dilakukan hanya untuk mendiskreditkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Salam, melalui leluhur beliau (Ismail). Mereka ingin membentuk suatu opini buruk terhadap leluhur Muhammad.  Sebab jika leluhurnya jelek, pasti semua keturunannya, yaitu semua orang Arab, termasuk Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Salam akan dianggap jelek pula.

Selasa, 12 Oktober 2010

Meluruskan Tuduhan Terhadap Islam (Bag. 1)

Oleh. Tim Fakta

Dalam Aqidah Islam kita dilarang bersifat diskriminatif (membeda-bedakan) terhadap Nabi-nabi Allah. Semua Nabi di dalam Islam itu sama tidak ada yang lebih tinggi dan rendah, serta tidak ada yang lebih besar dan kecil. Oleh karenanya penyebutan istilah ”Nabi Besar” dalam Islam itu tidak dibenarkan sekalipun itu dialamatkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Salam, sebab bertentangan dengan firman Allah dibawah ini.


 لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ [سورة البقرة: 285]
”Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, (Qs. Al-Baqarah : 285)
Namun berbeda dengan umat Kristen yang umumnya hobi membanding-bandingkan antara Nabi Isa Alaihi Salaam (Yesus) dengan nabi-nabi yang lainnya, terutama dengan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Salam. Pendeta yang paling aktif memuja Nabi Isa Alaihi Salaam sambil melecehkan dan menghujat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Salam adalah dr. Suradi Ben Abraham, pimpinan Christian Centre Nehemia (CCN) Jakarta. Melalui buku dan brosur-brosur yang menggunakan nama-nama Islam banyak diedarkan ke kalangan umat Islam, diantaranya brosur Shiraathal Mustaqiim yang berjudul  ”Siapakah Yang Bernama Allah itu?. Dikatakan bahwa bangsa Arab (bangsanya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Salam) tidak layak hidup dihadapan Tuhan.
Alasannya, karena bangsa Arab adalah keturunannya Ismael (dalam Islam, disebut Ismail) yang berasal dari Hagar (dalam Islam disebut Hajar) adalah seorang budak Mesir yang hina. Adapun bangsa Mesir disebut keturunan Ham yang terkutuk. Selain itu juga alkitab (bible) menyebutkan bahwa Ismail itu prilakunya seperti keledai liar. Dalil yang dipakai dalam brosur Shiraathal Mustaqiim ”Siapakah Bernama Allah itu?” diantaranya sebagai berikut:

Makna kata ”Aku”, ”Kami”, dan ”Allah” dalam Al-Qur’an

Oleh. Rio Efendi Turipno

Seorang Mahasiswa Univeritas Negeri Manado (UNIMA) bertanya tentang apa makna kata ganti ”AKU”, KAMI, dan ALLAH dalam Al-Qur’an? Apakah Islam Tuhannya lebih dari satu?

Sebelum menjawabnya disini saya lampirkan beberapa Ayat Al-Qur’an yang memiliki keterkaitan dengan pertanyaan diatas.

كَلَّا إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِمَّا يَعْلَمُونَ فَلَا أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُونَ  عَلَى أَنْ نُبَدِّلَ خَيْرًا مِنْهُمْ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ [سورة المعارج :39-41 ]
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani). Maka Aku bersumpah dengan Tuhan yang memiliki timur dan barat, Sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa. Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan. (Qs. Al-Ma’aarij :39:41)
    إِنَّا نَحْنُ نزلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ [سورة الحجر: 9]
"Sesungguh-Nya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (QS. Al Hijr 15:9)

Ayat-ayat diatas memang seringkali digunakan oleh para missionaris dalam mencari kelemahan Islam. Dengan ayat tersebut mereka menyimpulkan bahwa Allah (Tuhan)nya umat Islam tidak Esa, melainkan jamak (banyak). Karena dalam Al-Qur’an Tuhannya umat Islam seringkali menggunakan kata ”Kami” untuk menunjukkan dirinya, yang memiliki arti jamak atau lebih dari satu.

Padahal tuduhan tersebut cukup membuktikan bahwa mereka sama sekali tidak memahami tentang tata bahasa Arab sedikit pun.

Sabtu, 03 April 2010

MISTERI NUBUAT LUKAS 24:44-46 TENTANG KEBANGKITAN YESUS

Ketika murid-murid Yesus sedang bercakap-cakap dengan teman-teman mereka di Yerusalem, konon, Yesus tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka. Kontan saja, murid-murid dan orang-orang menjadi takut, karena mereka menyangka melihat hantu. Akan tetapi, Yesus berusaha meyakinkan mereka bahwa apa yang mereka lihat bukanlah hantu, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya. Untuk lebih meyakinkan mereka, Yesus menanyakan makanan kepada mereka, kemudian mereka memberi Yesus sepotong ikan goreng dan Yesuspun memakannya di depan mata mereka. Setelah itu, Yesus berkata kepada mereka:

Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." (Lukas 24:44)

Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. (Lukas 24:45)

Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, (Lukas 24:46)

Lukas mengklaim, bahwa seluruh nubuat Perjanjian Lama harus digenapi oleh Yesus, sebagaimana pernyataannya yang dinisbahkan ke dalam mulut Yesus dalam Lukas 24:44 di atas. Namun demikian, hanya diselingi satu ayat pendek saja (Lukas 24:45), Lukas, melalui mulut Yesus, membuat pernyataan yang menimbulkan pertanyaan besar, yakni pernyataan Yesus dalam Lukas 24:46.

Rabu, 31 Maret 2010

Siapakah Allah dan Yahweh itu?

Serangan terhadap ajaran Islam kian gencar dilakukan melalui dunia maya. Para blogger anti-Islam kini mulai menggunakan situs gratis untuk menghancurkan dan menodai agama Islam serta Nabi Muhammad SAW. Banyak keluhan yang masuk dari umat Islam pengguna internet bahwa saat ini banyak bermunculan blog-blog dalam internet yang menghujat Islam diantaranya menampilkan gambar Nabi Muhammad Saw, serta menghujat Allah. Apa yang dilakukan oleh para missionaris tersebut, tidak lepas dari seruan Paus Benediktus XVI yang mengeluarkan perintah baru untuk para penginjil dalam menyebarkan doktrin-doktrin Kristen mereka, yakni memanfaatkan perkembangan teknologi dan menggunakan blog. Sebagamaiana yang telah dilansir oleh www.suaramedia.com.

Dalam pertemuanya dengan kalangan gereja Katholik pada peringatan Hari Komunikasi Dunia di Roma, Sang Paus berpesan: ”Demi Tuhan, buatlah blog!” kata Paus Benediktus kepada para pendeta pada hari Sabtu (23/01), ia mengatakan bahwa para pendeta harus mempelajari bentuk-bentuk baru komunikasi untuk menyebarkan doktrin dalam Injil.
Keinginan paus kini telah membuahkan hasil. Satu persatu blog penghujat Islam mulai berkeliaran di dunia maya (internet) diantaranya adalah:

Selasa, 30 Maret 2010

Penyaliban Yesus: Fakta Ataukah Kebohongan?

Oleh. Rio Efendi Turipno

Jum’at 2 April 2010 adalah hari libur nasional, bertepatan dengan hari raya umat kristiani, yaitu hari wafat Isa Almasih. Sebetulnya, istilah hari wafat Isa Almasih ini kurang tepat, karena menurut aqidah Islam, Nabi Isa alaihissalam tidak mati dan tidak pula disalib. Agama yang meyakini kematian Yesus di tiang salib adalah Kristen. Maka istilah yang lebih tepat adalah Hari Kematian Yesus Kristus. Karena dalam pandangan Kristen, Yesus adalah salah satu oknum Tuhan, maka istilah yang lebih pas lagi adalah “Hari Ulang Tahun Kematian Tuhan Kristiani.” Di kalangan Kristen, hari kematian Yesus itu masyhur dengan sebutan Jum’at Agung.

Ulang tahun kematian Yesus di tiang salib adalah salah satu inti iman Kristiani. Dalam 12 Pengakuan Iman Rasuli (Credo Nicaeano-Constantinopolitanum), umat Kristen memakai tiga perkataan untuk menekankan keyakinan akan kematian Yesus: “Dan kepada Yesus Kristus, Anaknya yang tunggal, Tuhan kita... disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.”

Sedemikian pentingnya makna salib dalam iman kristiani, sehingga tanpa adanya penyaliban Yesus, maka gugurlah keyakinan Kristen tentang dosa waris, penebusan dosa, Trinitas, dan ketuhanan Yesus.

Benarkah, Bila Percaya Yesus Tuhan Pasti Selamat?

Banyak selebaran-selebaran yang diedarkan untuk menyebarkan tipuan kepada umat Islam. Diantaranya Rahasia Jalan Yang Lurus, Misteri Jalan Yang Lurus, Stop Siapakah Yang bernama Allah itu dll. Tidak ketinggalan pula sms gelap yang datang dari orang-orang yang tidak berani berdialog face to face. Semuanya mengajak kepada umat Islam untuk menyakini YESUS ADALAH TUHAN diantaranya yang berasal dari No Hp 081942993xx menyebutkan:

Mau tahu Yesus itu Tuhan? Gampang!

1. Undang Yesus bertahta dalam hatimu, maka dia akan tunjukkan kepadamu bahwa dia Tuhan.
2. Coba usir setan, sembuhkan orang sakit dalam nama siapapun yang pernah ada dalam dunia ini, kemudian coba dalam nama Yesus Tuhan.
3.Tuhan tidak dapat diperdebatkan karena Dia Pencipta, kita manusia ciptaan-Nya, bagai vas bunga tidak dapat menceritakan si pembuat vas bunga itu sendiri.
4.Undang Roh Kudus masuk ke dalam hatimu karena Roh itu sendiri yang kenal siapa itu Tuhan Yesus.
Selamat mengenal Yesus Tuhan, YLU (Yesus Love You)

Pertanyaan diatas sudah pernah di jawab oleh H. Insan LS. Mokoginta, namun disini kami mengutip sekaligus menambahkan beberapa kata untuk melengkapi jawaban kami.

Jawabannya sebagai berikut:

Benarkah Al Qur'an Menyadur Alkitab?

Kehebatan al-Qur'an yang penuh dengan mukjizat, disambut dengan kedengkian oleh para missionaris. Mereka berusaha menyerang otentisitas al-Qur'an dengan berbagai metode. Setelah gagal, mereka frustasi dan terus-menerus melakukan kritikan untuk menanamkan keraguan terhadap umat Islam. Salah satu kritikannya adalah menuding al-Quran sebagai kitab saduran.

Adalah Mohamad Guntur Romli, aktivis JIL yang getol menjajakan liberalisasi agama berkedok Islam. Dalam artikelnya belum lama ini, Guntur mencak-mencak menuding al-Qur'an sebagai kitab saduran yang menyunting (mengedit) keyakinan dan kitab-kitab sebelumnya.

"Kisah Isa (Yesus) dalam al-Qur'an yang menegaskan, Isa hanyalah seorang Rasul, bukan anak Tuhan, dan tidak ada penyaliban terhadapnya adalah "saduran" dari keyakinan sebuah sekte Kristen," tulisnya.

Menelusuri Ketuhanan Yesus

Pertentangan mengenai tokoh Yesus Kristus (Isa Al-Masih) merupakan pokok perbedaan antara Islam dan Kristen. Pertentangan Islam dan Kristen yang berpusat pada pribadi Yesus menimbulkan perdebatan yang besar dari kedua agama ini. Umat Islam memandang Yesus Kristus sebagai Nabi Allah, mereka menyintai dan memuliakannya, sebagaimana mereka memuliakan Nabi Ibrahim as, Nabi Musa as dan Nabi Muhammad Saw. Di pihak lain, umat Kristen beranggapan bahwa Yesus itu Tuhan dan salah satu oknum dari Tritunggal (Trinitas). Konsep inilah yang tidak bisa diterima oleh umat Islam. Memang agama diturunkan bukan untuk diperdebatkan, tapi pengetahuan akan orsinalitas dan autensitas adalah kaidah dasar dari cara beragama yang benar.

Tulisan ini dibuat bukan untuk menyerang iman kristiani, melainkan ini adalah hak jawab kami atas berbagai tudingan yang menyatakan bahwa Al Qur'an mendukung ketuhanan Yesus (Isa as), sebagaimana sering ditulis dibeberapa selebaran-selebaran gelap, dan buku-buku penginjilan seperti: Penginjilan Pribadi karya Suradi Ben Abraham, dll.

Rabu, 23 Desember 2009

Asal-usul Perayaan Natal

Pastur Herbert W. Armstrong, menulis

Kita mewarisi Natal berasal dari Gereja Katolik Roma, dan gereja itu mendapatkannya dari kepercayaan pagan (kafir) Politeisme, lalu dari manakah agama kafir itu mendapatkan ajaran itu? Dimana, kapan, dan bagaimana bentuk asli ajaran itu?

Bila kita telusuri mulai dari ayat-ayat Bible (Alkitab) sampai pada sejarah kepercayaan bangsa Babilonia kuno, niscaya akan ditemukan bahwa ajaran itu berasal dari kepercayaan berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia di bawah raja Nimrod (Namrud - di masa inilah nabi Ibrahim lahir). Jelasnya, akar kepercayaan ini tumbuh setelah terjadi banjir besar di masa nabi Nuh.

Nimrod, cucu Ham, anak nabi Nuh, adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia. Sejak itulah terdapat dasar-dasar pemerintahan dan negara, dan sistem ekonomi dengan cara bersaing untuk meraih keuntungan. Nimrod inilah mendirikan menara Babel, membangun kota Babilonia, Nineweh dan kota-kota lainnya. Dia pula yang pertama membangun kerajan di dunia. Nama "Nimrod" dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata "Marad" yang artinya "dia membangkang atau murtad" (Karena bahasa Ibrani serumpun dengan bahasa Arab, silahkan anda membandingkan kata "Marad" dengan kata Arab "Ridda" atau "murtad". Pen)

Minggu, 20 Desember 2009

Sejarah Natal


Oleh. Herbert W. Armstrong

Kata Christmas (Natal) yang artinya Mass of Christ atau disingkat Christ-Mass, diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran "Yesus". Perayaan yang diselenggarakan oleh non-Kristen dan semua orang Kristen ini berasal dari ajaran Gereja Kristen Katolik Roma. Tetapi, dari manakah mereka mendapatkan ajaran itu? Sebab Natal itu bukan ajaran Bible (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk dalam ajaran Kristen Katolik Roma pada abad ke empat ini adalah berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala.

Karena perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini berasal dari Katolik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, maka marilah kita dengarkan penjelasan dari Katolik Roma dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, dengan judul "Christmas", anda akan menemukan kalimat yang berbunyi sebagai berikut:

"Christmas was not among the earliest festivals of Church? the first evidence of the feast is from Egypt. Pagan customs centering around the January calends gravitated to christmas."

(Natal bukanlah diantara upacara-upacara awal Gereja? bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.)

Kamis, 10 Desember 2009

Asal Usul Pohon Natal

Oleh. Herbert W. Armstrong
(Pastur Worldwide Church of God yang berkedudukan di Amerika Serikat).

Sekarang dari manakah kita mendapatkan kebiasaan memasang pohon Natal itu? Di antara para penganut agama Pagan kuno, pohon itu disebut "Mistletoe" yang dipakai pada saat perayaan musim panas, karena mereka harus memberikan persembahan suci kepada matahari, yang telah memberikan mukjizat penyembuhan. Kebiasaan berciuman di bawah pohon itu merupakan awal acara di malam hari, yang dilanjutkan dengan pesta makan dan minum sepuas-puasnya, sebagai perayaan yang diselenggarakan untuk memperingati kematian "Matahari Tua" dan kelahiran "Matahari Baru" di musim panas.

Rangkaian bunga suci yang disebut "Holly Berries" juga dipersembahkan kepada dewa Matahari. Sedangkan batang pohon Yule dianggap sebagai wujud dari dewa matahari. Begitu pula menyalakan lilin yang terdapat dalam upayara Kristen hanyalah kelanjutan dari kebiasaan kafir, sebagai tanda penghormatan terhadap dewa matahari yang bergeser menempati angkasa sebelah selatan.

Kamis, 03 Desember 2009

Siapakah "Opa" Santa Claus itu?



Oleh: Pastur Herbert W. Armstrong

Hari Natal (Christmas) sebentar lagi tiba Sebagian besar umat Kristiani diseluruh dunia menyambut dengan riang gembira. pernak-pernik Natal mulai menghiasi pusat-pusat perbelanjaan.Tak ketinggalan sosok seorang kakek tua (opa; manado) dengan pakaian salju berwarna merah mulai terlihat dimana-mana, dan anak-anak kecil pun mengidolakannya. Padahal ini hanya merupakan dongeng belaka yang telah bertpuluh-puluh tahun membohongi anak-anak. Siapakah “Opa” Santa Claus itu?

Nah kali ini FKPMI menyuguhkan kepada pembaca tulisan dari Tokoh Kristen Internasional, Herbert W. Armstrong berjudul THE PLAIN TRUTH ABOUT CHRISTMAS yang mengungkapkan kebohonan dari cerita ini.

Selasa, 17 November 2009

Tuhan Kita Adalah Allah


Oleh. Adian Husaini

Salah satu pandangan yang senantiasa dilempar oleh kaum Pluralis Agama dalam 'menyesatkan' kaum Muslim, adalah bawasanya, "semua agama adalah jalan yang berbeda-beda menuju Tuhan yang satu". Mereka mengatakan, soal nama "Yang Satu" itu tidaklah penting. Yang Satu itu dapat dinamai Allah, God, Lord, Yahweh, The Real, The Eternal One, dan sebagainya. Bagi mereka, nama Tuhan tidak penting.

Ada yang menulis: "Dengan nama Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, Tuhan Yang Maha Penyayang, Tuhan Segala agama." Kita ingat, dulu, ada cendekiawan terkenal yang mengartikan kalimat syahadat dengan: "Tidak ada tuhan (dengan t kecil), kecuali Tuhan (dengan T besar).