Sabtu, 09 Oktober 2010

Apakah Kita Tergolong Orang Yang Memuliakan Al-Qur'an?


Beberapa waktu lalu di Kota Bitung (Sulawesi Utara) digemparkan dengan sebuah informasi yang datang dari seorang siswa bahwa Kak Rio membolehkan menginjak-injak mushaf Al-Qur'an, serentak tanggapan pun bermunculan dimana-mana. Padahal apa yang diberitakan oleh salah seorang siswa, itu belum tentu benar kejadiannya. Dan tidak ada satu pun yang melakukan cross check (tabayyun) kepada yang bersangkutan untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya, Namun hanya seorang mualaf yang hatinya terpanggil untuk melakukan tabayyun dengan Kak Rio.

Belakangan ini memang terlalu gampang orang atau suatu kelompok berprasangka negatif terhadap kelompok lain, atau menuduh sesat golongan lain, dan kadang disertai hujatan, penghakiman secara sepihak, dan sebagainya. Berprasangka tanpa meneliti duduk perkaranya, adalah sikap apriori atau masa bodoh yang hanya berdasar pada sangkaan-sangkaan negatif atau isu-isu yang beredar atau bisikan orang lain. Sikap demikian adalah bertentangan dengan Al-Qur'an, karena Allah SWT telah memerintahkan kita untuk bertabayyun.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan sebenarnya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS al-Hujuraat [49]: 6)

Rasulullah Saw juga bersabda:

اَلتَّبَيُّنُ مِنَ اللهِ وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
"Pembuktian itu berasal dari Allah, sedangkan ketergesa-gesaan itu berasal dari Syaithan." (HR. At-Thabari).

Skenario Terorisme Internasional !

Oleh. Mohammad Shoelhi

Tesis Samuel P. Huntington menyatakan bahwa dengan tumbangnya Uni Soviet, maka musuh blok Barat kini adalah Islam. Tesis berbahaya ini akhirnya terbukti dalam kenyataan. Bukan kebetulan dan bukan main-main, begitu tesis tersebut digulirkan, Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) selanjutnya mengadopsinya sebagai salah satu rekomendasi bahwa musuh strategis AS adalah Islam. Rekomendasi tersebut pun segera dijadikan bagian dari paket kebijakan politik luar negeri AS.

Sejak saat itu, dengan sangat mencolok, kebijakan politik luar negeri AS diarahkan untuk menghantam basis-basis kekuatan Islam yang terdapat di Afghanistan (Afghanistan diserang dan dijajah AS dengan dukungan NATO). Untuk memberangus kekuatan Islam di Irak, negara tersebut diserang AS secara keroyokan hingga Saddam Hussein jatuh dan Irak terpecah belah. Di Mesir, komponen-komponen kekuatan Islam dilibas dengan kompensasi 'bantuan ekonomi' (baca: bantuan untuk melemahkan ekonomi Mesir). Ketika kekuatan Islam yang direpresentasikan Hamas memimpin Palestina, Hamas pun dilumpuhkan. Begitu juga nasib yang dialami seluruh kekuatan Islam di seluruh kawasan Timur Tengah, bahkan di Iran dan Pakistan, mereka dijadikan target kriptalisasi.

Pentingnya Berfikir

Berpikir adalah pekerjaan kita sehari-hari. Namun sayangnya, kebanyakan manusia hanya menggunakan sedikit sekali potensi berpikir. Padahal berpikir adalah kunci menuju sukses dan kebahagiaan. Bahkan, masih banyak orang yang belum mengerti proses berpikir tersebut. Dalam Al Quran, ada banyak kata yang kita artikan berpikir. Mengapa banyak? Karena memang masing-masing memiliki makna dan proses yang berbeda. Sejauh mana kita mengetahui cara berpikir? Jika caranya saja kita belum mengerti, bagaimana kita bisa melakukannya? Dan, kenapa harus report memikirkan tentang berpikir?

Berpikir adalah menghadirkan dua pengetahuan untuk mendapatkan pengetahuan ketiga. Disebut tafakkur karena dalam semua proses itu menggunakan dan menghadirkan pikiran. Namun, berpikir tidak hanya disebut dengan istilah tafakur saja, masih ada istilah lain yang perlu kita fahami masing-masing agar kita mampu berpikir lebih baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kita.

* Dan, disebut tadzakkur karena menghadirkan ilmu yang harus diingat-ingat setelah terlupa dan hilang.

* Disebut nadhar karena melihat dengan mata hati pada hal yang dipikirkan.

* Adapun disebut ta’ammul karena mengulang-ulang pikiran sampai terlihat jelas dan terbuka bagi hatinya.

* Sementara itu, disebut i’tibar (wazan ifti’al dari kata ‘ubur yang berarti menyeberangi) karena dia menyeberang dari suatu hal ke hal yang lain; dia menyeberang dari hal yang dipikirkannya menuju ke pengetahuan ketiga. Yang disebut dengan pengetahuan ketiga ini adalah tujuan dalam i’tibar itu.

* Oleh karenanya, hal itu pun disebut sebagai ‘ibrah. Kata Ibrah mengikuti wazan isim haal seperti kata jalsah, rikbah dan qitlah. Ini untuk menunjukkan bahwa ilmu dan pengetahuan telah menjadi haal (karakter) bagi pemiliknya.

* Disebut tadabbur karena merupakan perenungan tentang akibat dan akhir suatu perkara.Jadi, arti mentadaburi suatu kalimat adalah memikirkannya dari bagian awal sampai akhir, kemudian mengulang-ulangi perenungannya. Oleh karena itu, bentuknya mengikuti wazan tafaa’ul, seperti tajarru’, tafahhum, dan tabayyun.

* Dan disebut istibshar, wazan istif’al dari kata tabasshur yang berarti jelas dan tersingkapnya sesuatu hal di depan bashirah (mata hati).

Baik tadzakkur maupun tafakkur punya faedah masing-masing. Tadzakkur berarti hati mengulang-ulang apa yang diketahuinya agar tertanam dengan kuat di dalamnya, sehingga tidak terhapus dan pudar dari dalam hati secara keseluruhan. Adapun tafakur berarti memperbanyak ilmu dan mencari apa yang belum ada di hati. Jadi tafakur itu gunanya mencari ilmu dan tadzakkur berguna untuk menjaganya.

Jadi, tafakkur dan tadzakkur adalah benih ilmu. Saling bertanya adalah siramannya, dan mudzakarah adalah pembuahannya.

Kebaikan dan kebahagiaan itu tersimpan di dalam sebuah gudang, kuncinya adalah tafakkur. Jadi harus ada tafakkur dan ilmu. Apabila dari proses itu kemudian hati memperoleh ilmu, maka setiap orang yang melakukan suatu hal yang baik atau buruk pasti ada satu kondisi di hatinya yang terwarnai oleh ilmunya. Kondisi itu melahirkan iradah (kehendak), dan iradah melahirkan amal.

Sampai di sini ada lima hal:
1. berpikir,
2. buahnya, yaitu ilmu,
3. buah dari keduanya, yaitu keadaan yang terwujud bagi hati,
4. buah yang ditimbulkannya, yaitu iradah, dan
5. buah iradah, yaitu amal.

Dengan demikian, ilmu adalah titik permulaan dan kunci segala kebaikan.

Hal ini tentu membuktikan keutamaan dan kemuliaan tafakkur. Hal itu juga membuktikan bahwa tafakkur tergolong amal hati yang paling utama dan paling bermanfaat bagi hati itu sendiri; sampai dikatakan, “Tafakkur sesaat lebih baik dari ibadah setahun.” Hanya berpikir yang dapat mengubah seseorang dari matinya kecerdasan kepada hidupnya kesadaran, dari kebencian kepada cinta, dari rakus dan tamak menjadi zuhud dan qana’ah, dari penjara dunia ke cakrawala akhirat, dari sempitnya kebodohan ke lapangnya ilmu, dari penyakit syahwat dan cinta kehidupan fana ini ke sehatnya taubat kepada Allah dan mengesampingkan dunia, dari musibah buta, tuli, dan bisu ke nikmat melihat, mendengar, dan paham tentang Allah. Juga dari penyakit-penyakit syubhat (keraguan) ke sejuknya keyakinan dan tenteramnya dada.

[Sumber: Kunci Kebahagiaan, karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Penerbit Akbar Media Aksara]

Saat Kematian Memberi Salam Kepadaku

Aku tertegun ketika melihat sosok dengan wajah pucat dan disumpal dengan kapas pada mulut, hidung, dan telinganya. Yang terbujur kaku dihadapanku. Diselimuti dengan kain berlapis. Dia begitu mirip denganku. Di sekelilingnya orang-orang terisak nangis. Seorang perempuan yang mirip ibuku menangis tersedu-sedu ketika membuka kain penutup mukanya. Lalu dua perempuan lain yang sebaya dengannya menenangkan dia. Dan di sekitar rumahnya ada orang-orang yang menyesali kematiannya yang dianggap begitu cepat. Ada orang yang tidak percaya kalau dia telah wafat. Ada orang yang merasa kasihan pada dia dan keluarga yang ditinggalkannya. Suasana disitu begitu riuh oleh isak para pelayat. Di teras rumahnya seorang bapak menahan tangis lirih airmatanya. Dia mencoba terlihat tegar meski sebenarnya hatinya begitu lemah untuk menerima kenyataan yang ada. Disampingnya seorang temannya mencoba menemaninya, dan hal itu agak meringankan kesedihannya. Dia masih ingat, ketika dulu anaknya yang masih TK memenangkan lomba menggambar tingkat provinsi dan tentang cita-cita anaknya yang ingin menjadi presiden, dia begitu bangga. Betapa anaknya itu akan tumbuh menjadi sosok yang sangat luar biasa. Tak pernah dia berpikir kalau semua itu akan pupus pada usia anaknya yang masih 18 tahun. Sungguh tragis.

Tiba-tiba, sesuatu yang aneh bergerak dalam kepalaku. Ada sesuatu. Ini seperti rumahku. Hey !! Aku ingat, Aku kenal orang-orang ini. Perempuan yang menangis ketika membuka kain penutup muka itu adalah ibuku, dan bapak itu, itu adalah bapakku. Dan jasad yang terbaring itu, itu jasadku. Aku bingung. Benar-benar bingung. Aku sudah mati? Tidak! Ini pasti mimpi. Yah, ini pasti mimpi.

Lalu tiba-tiba aku merasa panas pada tubuhku. Sangat panas, lalu kemudian perlahan-lahan mulai sejuk. Seketika itu muncul sesosok laki-laki bercahaya dan berwajah tampan yang mengenakan jubah putih serta sorban yang juga berwarna putih di kepalanya. Dia menghampiri diriku.

“siapa gerangan tuan?” tanyaku kebingungan. “aku adalah amalmu yang akan menemanimu dalam kuburmu.” jawabnya, lalu ia tersenyum padaku.

Aku masih bingung.

Indahnya Memberi

Oleh M. Anis Matta, Lc

Cinta itu indah. Karena ia bekerja dalam ruang yang luas. Dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.

Para pencinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka, yakni Memberi. Terus menerus memberi. Dan selamanya begitu. Menerima? Mungkin, atau bisa juga jadi pasti! Tapi itu efek. Efek dari apa yang mereka berikan. Seperti cermin kebajikan yang memantulkan kebajikan yang sama. Sebab, adalah hakikat di alam kebajikan bahwa setiap satu kebajikan yang kita lakukan selalu mengajak saudara-saudara kebajikan yang lain untuk dilakukan juga. Itu juga yang membedakan para pencinta sejati dengan para pencinta palsu. Kalau kamu mencintai seseorang dengan tulus, ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah apa yang kamu berikan padanya untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Maka kamu adalah air. Maka kamu adalah matahari. Ia tumbuh dan berkembang dari siraman airmu. Ia besar dan berbuah dari sinar cahayamu.

Para pencinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. Setiap rencana memberi terealisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemu dalam hati orang yang dicintai. Janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan kepercayaan.

Pacaran Pintu Masuk Perzinaan

“Seandainya saja aku bisa mengembalikan waktu dan kembali berpikir sebelum melakukan tindakan yang mengerikan itu. Aku telah terperosok dalam dosa. Lihatlah apa yang telah aku perbuat. Tidak akan ada lagi orang yang mau menerima diriku.”

Keluhan di atas sering muncul berulang kali di dalam benak para pemuda dan remaja yang terlibat dalam kenikmatan semu dari pacaran. Betapa sering mereka yang notabene adalah teman-teman kita diperingatkan bahwa hubungan terlarang itu akan mendatangkan hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, tampaknya mereka lebih mendengarkan bisikan setan yang ‘agung’ dan indah untuk kemudian melakukan hal-hal berdosa. Hanya segelintir remaja atau pemuda saja yang menyadari bahwa berpacaran dan hal-hal terlarang di dalamnya dapat menghancurkan ketenangan pikiran dan bahkan kehidupan mereka.

Banyak pemuda dan remaja hidup dalam kegelapan total. Allah SWT menjadikan hubungan pria-wanita yang terlarang adalah haram, demi kebaikan mereka. Bagaimanapun, sayangnya, jiwa kita acapkali lebih dekat dengan hasrat-hasrat dunia serta kenikmatan-kenikmatannya. Sehingga meninggalkan kita dengan visi tidak jelas dan terjebak dalam kesesatan.

Pertanyaannya, mengapa banyak remaja dan pemuda membiarkan hal itu terjadi pada diri mereka? Mengapa begitu sulitnya memahami bahwa setan bisa mengendalikan jiwa kita melalui ‘izin’ yang kita berikan kepadanya? Seandainya mereka mau berpikir tentang konsekuensi dari kelakuan-kelakuan yang mendatangkan dosa, maka mereka bisa terselamatkan dari penderitaan dan huru-hara. Jika mereka mau sejenak berpikir, maka sejatinya mereka dapat bergerak menuju kesuksesan dunia dan akhirat. Jangan pernah lupa bahwa Allah senantiasa melihat dan mengawasi. Ingat bahwa akibat dari maksiat adalah selalu menimbulkan hal-hal destruktif.

Kita Harus Berjuang

Kota suci Makkah, awal masa kenabian. Ruas-ruas waktu serasa berjalan sangat lamban, seakan turut mengeja duka yang dirasa Rasulullah atas kebengisan orang-orang Quraisy. Seperti hari itu, Rasulullah sedang shalat di sekitar Ka'bah. Sementara Abu Jahal dan kawan-kawannya duduk-duduk memandangi Rasulullah. Mereka saling berseloroh, "Siapa yang berani mengambil isi perut onta dari si fulan lalu menimbunkannya ke atas pundak Muhammad ketika is sujud?" Maka pergilah salah seorang mereka mengambil isi perut onta itu. Ketika Rasulullah sujud, secepatnya is timbunkan kotoran itu ke punggungnya.

Rasulullah terus sujud. Sementara orang-orang kafir yang najis itu terpingkal-pingkal dan saling memandangi satu sama lain. Rasulullah tidak mengangkat sujudnya. Hingga Fatimah, putri tercintanya datang membersihkan kotoran itu. Rasulullah segera bangkit, lalu menengadahkan do'a. "Ya Allah balaslah orang-orang Quraisy itu."

Di kali lain, Rasulullah berjalan di lorong Makkah. Tiba-tiba orang-orang Quraisy mengguyurkan tanah ke atas kepalanya. Rasulullah bergegas pulang. Setibanya di rumah, putri tercintanya menangis melihat apa yang dialami ayahnya. la lantas membersihkan tanah itu. Rasulullah menghibur putrinya, 'Wahai anakku, janganlah engkau menangis. Sesungguhnya Allah melindungi ayahmu."

Belajar Dari Teman

Oleh. Halimah Taslima *)

Teman merupakan tempat berbagi suka dan suka, adalah merupakan teman yang spesial. Yang biasa disebut dengan sahabat. Biasanya kita tidak akan segan untuk membagi dunia kita kepadanya, tentang apa yang menurut kita indah. Begitu pula saat mendung menerpa hati, maka sahabatlah tempat kita membuang semuanya.

Saat kita bicara teman maupun sahabat, maka yang terlintas di pikiran kita adalah yang baik-baik saja. Karena kita memang punya kecendrungan untuk berkomunikasi mendekatkan hati pada seseorang yang memang “baik”. Kadang bila kita menemukan “kekurangan” atau hal minus pada dirinya, kita akan membuat sebuah penarikan diri atau lebih parah lagi kita akan terikat dengan sebuah pikiran negatif tentang dirinya.

Rasulullah menganjurkan kita untuk memilih teman : “Bila berteman dengan seorang pandai besi. Maka kita akan ikut terbakar. Bila kita berteman dengan seorang penjual minyak wangi maka kita pun akan tertular dengan keharumannya.”

Mungkin makna yang bisa kita petik, bahwa berhati-hatilah dalam membina pertemanan. Karena dengan pertemanan kita pada seseorang, sedikit banyak akan pula mempengaruhi akhlak maupun pola pikir kita tentang hidup ini.

Memperindah Hati

Setiap manusia tentulah sangat menyukai dan merindukan keindahan. Banyak orang yang menganggap keindahan adalah pangkal dari segala puji dan harga. Tidak usah heran kalau banyak orang memburunya. Ada orang yang berani pergi beratus bahkan beribu kilometer semata-mata untuk mencari suasana pemandangan yang indah. Banyak orang rela membuang waktu untuk berlatih mengolah jasmani setiap saat karena sangat ingin memiliki tubuh yang indah. Tak sedikit juga orang berani membelanjakan uangnya berjuta bahkan bermiliar karena sangat rindu memiliki rumah atau kendaraan mewah.

Akan tetapi, apa yang terjadi? Tak jarang kita menyaksikan betapa terhadap orang-orang yang memiliki pakaian dan penampilan yang mahal dan indah, yang datang ternyata bukan penghargaan, melainkan justru penghinaan. Ada juga orang yang memiliki rumah megah dan mewah, tetapi bukannya mendapatkan pujian, melainkan malah cibiran dan cacian. Mengapa keindahan yang tadinya disangka akan mengangkat derajat kemuliaan malah sebaliknya, padahal kunci keindahan yang sesungguhnya adalah jika sesorang merawat serta memperhatikan kecantikan dan keindahan hati. Inilah pangkal kemuliaan sebenarnya.

Rasulullah saw. pakaiannya tidak bertabur bintang penghargaan, tanda jasa, dan pangkat. Akan tetapi, demi Allah sampai saat ini tidak pernah berkurang kemuliaannya. Rasulullah saw. tidak menggunakan singgasana dari emas yang gemerlap, atau pun memiliki rumah yang megah dan indah. Akan tetapi, sampai detik ini sama sekali tidak pernah luntur pujian dan penghargaan terhadapnya, bahkan hingga kelak datang akhir zaman. Apakah rahasianya? Ternyata semua itu dikarenakan Rasulullah saw. adalah orang yang sangat menjaga mutu keindahan dan kesucian hatinya.

Kita harus Bangkit...!

“Kenapa harus bangkit? Saya tidak jatuh.” Bangkit tidak selama bagi orang yang baru saja jatuh. Bagi orang yang yang baru saja jatuh, bangkit adalah sebuah keharusan. Lalu bagaimana jika seseorang yang tidak jatuh, apakah harus bangkit juga?"

Pertama: banyak orang yang tidak sadar kalau dia sebenarnya sedang jatuh. Yang kedua: bisa jadi seseorang itu tidak akan jatuh karena dia sudah berada di dasar. Dan yang ketiga: siapa pun Anda, jika ingin mengubah hidup ke kehidupan yang lebih tinggi. Jika Anda salah satu dari ketiga orang ini, maka Anda harus bangkit. Setidaknya, kita termasuk kelompok yang ketiga. Bagaimana dengan Anda?

Mimpi Buruk? Anda Harus Bangkit!

Salah satu ciri orang yang harus bangkit ialah orang yang sedang merasakan mimpi buruk dalam hidupnya. Jika kehidupan Anda serasa sebuah mimpi buruk, maka langkah satu-satunya ialah Anda harus bangun dari “tidur panjang” Anda. Anda harus bangkit.

Semua masalah Anda yang menghimpit tidak akan sirna begitu saja hanya dengan dikeluhkan. Tidak akan hilang hanya dengan dipikirkan saja. Yang harus Anda pikirkan ialah solusinya. Inilah langkah awal Anda untuk bangkit. Saat Anda sudah menemukan solusinya, langkah selanjutnya ialah bertindak.

Kisah Anak Beruang (Suka Mencari Kesalahan Orang Lain)

Seekor anak beruang suka mencari-cari kesalahan. Dengan cekatan, ia mampu menunjukkan kesalahan-kesalahan teman-teman & orangtuanya. Bahkan jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka ia akan menyalahkan teman-teman & orang tuanya. "Aku jatuh karena ayah meletakkan ember disembarang tempat", kata anak beruang kepada ayahnya saat ia jatuh dikamar mandi. "Kamu mengalami musibah ini karena kamu tidak hati-hati. Oleh karena itu, kalau berjalan harus hati-hati", kata ayah beruang kepada seekor anak beruang yang terkilir kakinya.

Pada suatu hari, anak beruang berjalan-jalan dipinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang sedang mengerumuni sarangnya. "Wahhh..... madu lebah itu pasti sangat manis. Aku akan mengambilnya... Aku akan mengusir lebah-lebah itu!” Ia pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah itu. Ribuan lebah merasa terusik dan akhirnya menyerang anak beruang. Melihat binatang kecil yang begitu banyak, anak beruang itu pun lari terbirit-birit. Lebah-lebah itu tak membiarkan musuhnya pergi begitu saja. Satu... dua... tiga...., lebah-lebah itu pun menghajarnya dengan sengatan. "Aduh... tolong..!!..” teriak anak beruang.. Byurrr...!! Anak beruang menceburkan dirinya ke sungai. Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan anak beruang yang kesakitan. "Mengapa ayah tidak menolongku?“ ”Jika ayah sayang padaku.. pasti sudah berusaha menyelamatkanku... Semua ini salah ayah!!” Ayah beruang terdiam sejenak, lalu mengambil selembar kertas putih. "Anakku... apa yang kamu lihat dari kertas ini??” "Itu hanya selembar kertas putih.. tidak ada gambarnya," jawab anak beruang. Kemudian, ayah beruang mencoret kertas putih dengan sebuah titik berwarna hitam.

"Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini??” "Ada gambar titik hitam di kertas putih itu?“ jawab anak beruang.

Mengapa Aku Harus Berbakti Pada Orang Tua?

Suatu hari di sebuah madrasah, seorang guru bertanya kepada murid-muridnya tentang alasan mengapa setiap manusia wajib menghormati dan berbuat baik kepada orangtuanya. Tak lama berselang, salah satu murid dengan sigap mengangkat tangan kemudian menjawab pertanyaan tersebut dengan lantang, “Saya bu, karena mereka telah melahirkan dan membesarkan kita!”.

Ibu gurupun tanpa ragu membenarkan jawaban tersebut lalu mengajak yang lainnya untuk mengulangi jawaban itu secara bersamaan. Dianggap selesai, guru yang mengajar tentang Aqidah dan Akhlaq itu beralih kepada pertanyaan lainnya hingga waktu istirahat pun tiba.

Sepintas memang tidak ada masalah dengan cerita di atas, baik dengan guru maupun murid-muridnya. Hanya saja kalau kita perhatikan dengan seksama, terdapat sedikit persoalan cukup mendasar yang akan berdampak kurang baik bagi proses pembentukan karakter anak-anak generasi muslim.

Melepaskan jawaban hanya pada alasan melahirkan, mengasuh dan membesarkan saja—sebagai jawaban dari pertanyaan tersebut—akan membentuk persepsi para murid bahwa berbakti kepada orangtua hanya sebatas mengikuti naluri kemanusiaan saja.

Padahal lebih dari itu, sikap baik dan hormat kepada orangtua merupakan bagian dari syariat Islam yang wajib dilakukan oleh setiap muslim. Itu semua meniscayakan kemurnian niat lillahi ta’ala dari para pelakunya.

Jangan Pernah Berputus Asa!

Siapa bilang orang yang cacat tidak mampu mengalahkan orang yang normal. Kebanyakan sih mungkin demikian, namun untuk beberapa kasus, tunggu dulu. Sebut saja Stephen Hawking yang lumpuh total, tetapi cemerlang di Fisika bahkan mampu menandingi Einstein yang spektakuler, dan tokoh-tokoh lainnya.

Kali ini saya hendak membahas seorang manusia yang terkena penyakit cerebral palsy, yakni kelainan otak yang menyebabkan dirinya pincang, tangan kanannya tidak bisa digerakkan dan kalau berbicara tidak jelas dan dari mulutnya selalu keluar air liur (ngiler). Ya, namanya adalah Bill Porter, seorang salesman asal Portland, Oregon, orang yang mengilhami banyak orang khususnya salesman untuk mengikuti jejaknya sebagai salesman yang sukses di Watkins. Anda bisa kunjungi websitenya di sini: Watkins Online untuk mengetahui lebih lanjut mengenai yang bersangkutan.

Disalah satu sesi pelatihan, sang instruktur membagi cerita tentang Bill Porter ini dari potongan DVD yang berjudul Door to Door , untuk menunjukkan bagaimana orang cacat yang sanggup mengalahkan kekurangannya sendiri. Bagaimana ia berusaha mati-matian untuk bisa berjualan, sementara orang lain memandangnya dengan sinis, "bicara aja nggak sanggup kok sekarang mau berjualan!!!"

Mengatasi Kegundahan Hati

Hati adalah kekuatan inti manusia. Dia adalah sekerat daging yang mampu mengalahkan kekuatan jasad seperti yang dikatakan Rasulullah Saw : “Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging, jika ia baik, maka baiklah jasad seluruhnya; jika ia rusak, maka rusaklah jasad seluruhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya posisi hati dalam tubuh manusia, tidak hanya sekedar daging tetapi juga penentu aqidah, penentu budi pekerti dan penentu keputusan terbesar seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadits Arbain Nawawiyah bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda “Mintalah fatwamu kepada hatimu sendiri. Kebaikan adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah apa-apa yang mengusik jiwa dan meragukan hati, meskipun orang-orang memberi fatwa yang membenarkanmu.” (HR Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Ad-Darani).

Berdasarkan penjelasan hadits kedua diatas maka tak dapat dipungkiri lagi bahwa hati ibarat petunjuk kebaikan selama hati kita masih suci dan bersih dan juga bisa jadi sebagai petunjuk kejahatan ketika hati kita sudah ternoda dengan dosa dan maksiat. Sebab hati pun memiliki beberapa penggolongan yaitu hati yang bersih atau suci, hati yang sakit dan hati yang jahat dan hanya hati yang bersih yang mampu memberikan petunjuk yang benar. Secara sunnatullah sifat hati selalu berbolak-balik yang mana sesuai sifat dasar manusia yang sering khilaf. Akibatnya hati kadang-kadang menjadi tenang, nyaman, yakin, percaya akan Allah, dan stabil tapi kadang-kadang pula dia menjadi terbalik; menjadi liar, gelisah, gundah, resah, tidak nyaman dan tidak stabil. Inilah kombinasi hati manusia.

Kegundahan hati yang disebabkan oleh problematika hidup yang penuh dengan konflik, persoalan dan tantangan bisa menyebabkan hati kehilangan cahaya-Nya dan nurani kebaikan sehingga perlu segera ditemukan terapinya. Olehnya Allah yang Maha Ar-Rahman dan Ar-Rahim telah memberikan solusi-solusi kegundahan hati dengan obat mujarab yaitu Al-Quran Karim. Salah satu firman-Nya “Inilah adalah Al-Quran yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang benderang dengan seizin Allah menuju jalan Allah yang Maha Perkasa dan Maha Terpuji.” (Qs. Ibrahim: 1).

Banyak ayat-ayat Al-Quran yang dapat dijadikan terapi kegundahan hati, sebagai obat pelipur jiwa dan penenang kalbu, berikut beberapa petikannya :

KENAPA AKU DIUJI?

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) hanya dengan mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia pasti mengetahui orang-orang yang dusta.” (Qs. Al-Ankabut: 2-3)

KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah : 216)

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah ayat 286)

BAGAIMANA MENYIKAPI RASA FRUSTASI?

وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Qs Al-Imran : 139)

SUNGGUH, AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI…!!!!!

وَلاَ تَيْأَسُواْ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِنَّهُ لاَ يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan orang-orang yang kafir.” (Qs. Yusuf : 87)

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPI PERSOALAN HIDUP ?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Qs Al-Imran : 200)

APA SOLUSINYA?

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُوا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

”Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (Qs. Al-Baqarah : 45-46)

SIAPA YANG MENOLONG DAN MELINDUNGIKU?

حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (Qs.Ali Imran: 173)

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

حَسْبِيَ اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.” (Qs. At-Taubah : 129)

APA BALASAN ATAU HIKMAH DARI SEMUA INI?

إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (Qs. At-Taubah : 111)

Dan ketahuilah Allah mengabarkan kepada hamba-Nya bahwa golongan yang mendapatkan kecintaan-Nya adalah orang-orang yang sabar terhadap ujian dan cobaan dari-Nya.

Persahabatan Sejati

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda? Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai? Merekalah sahabat-sahabat anda.

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan. Tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan. Tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya - The Book of Virtues -

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi. Demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan. Tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Sebuah Pelajaran Hidup

Apa yang terjadi pada kita sudah merupakan ketentuan dari Allah, tapi karena ini kehidupan kita, Allah memberikan kebebasan kepada kita untuk memilih, dan semua pilihan kita akan menentukan ke arah mana kehidupan kita.

Setiap hal yang kita temui dalam kehidupan akan memberikan pelajaran hidup bagi kita, untuk bagaimana melangkah dan menyikapi masalah yang akan kita hadapi. Tapi yakinlah hal itu diberikan Allah untuk memberikan diri kita jawaban atas apa yang benar-benar kita butuhkan.

Disinilah Allah hendak mengukur sejauhmana kita dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian demi kejadian dalam kehidupan ini dan seberapa besar iman kita untuk kembali di jalan-Nya. Sekalipun peristiwa itu tidak terjadi pada diri kita, namun inilah salah satu bentuk komunikasi Tuhan dengan hamba-Nya, yakni bagi orang-orang yang mau berfikir.

Namun dalam kehidupan ini terkadang iman kita naik… dan tak jarang juga iman kita meluncur drastis. Dalam hal ini Sahabat nabi pun pernah bertanya kepada Nabi Muhammad Saw, Ya Rasulullah jika kami bersama engkau seolah-olah tampak jelas antara surga dan neraka, tapi jika kami jauh dengan mu, maka mudah terlena oleh urusan dunia, anak dan istri.

Saat Aku Bertanya Tentang Cinta!

Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab…

Bumi menjawab:
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”

Air menjawab:
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan

Api menjawab:
“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”

Angin menjawab:
“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.”

Langit menjawab:
“CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu

Matahari menjawab:
“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”

Pohon menjawab:
“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”

Gunung menjawab:
“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan larva cemburu yang membara.”

Ketika Aktivis Dakwah Jatuh Cinta

Cinta aktivis dakwah adalah cinta seorang hamba dengan spectrum yang luas. Ia melihat kehidupan dengan cinta. Setiap hari, ketika Allah berikan kesadaran dan memasukkannya ke dalam perputaran kehidupan, ia menjalaninya dengan cinta. Apa yang membuat seorang menjadi resah dengan penyimpangan kehidupan. Apa yang menghalangi seorang dari tidur dan istirahat untuk mengurus urusan umat yang kompleks ini. Apa yang membuat seorang rela membelanjakan hartanya, meskipun ia sendiri tidak berharta lebih, untuk meringankan beban saudaranya. Semua itu adalah spectrum cinta aktivis dakwah.

Cinta aktivis dakwah adalah cinta yang lahir dari kerja keras menjaga rasa sayang Allah swt kepadanya. Ia membingkai kehidupannya dengan frame cinta yang hakiki. Masalah terbesarnya adalah jika Allah murka dengan semua rasa dan amalnya. Kebahagiaan terbesarnya adalah ketika Allah merahmati perasaan dan amalnya. Di dalam frame itulah ia menjalankan pentas kehidupannya. Maka ketika ia jatuh cinta, cinta itu membawanya kepada ketaatan. Cinta itu menghantarkannya kepada amalan-amalan yang membuat Allah semakin cinta kepadanya. Ketika ia jatuh cinta, cinta itu membentenginya dari perbuatan ingkar dan penyimpangan.

Cinta aktivis dakwah menghantarkannya kepada kehidupan yang berkah dan penuh rahmat. Ia mengijinkan perasaannya tumbuh dan berbunga hanya dalam bingkai ketaatan. Ketika cinta lawan jenis hadir dalam dirinya, maka itu pun tidak lepas dari komitmen menjaga hak-hak Allah di dalam cinta tersebut. Ia mempersembahkan cinta itu untuk orang yang memberinya jaminan cinta tersebut adalah berkah dan penuh rahmat. Ia menjalankan cinta tersebut dengan murakobah yang ketat. Ia selalu yakin, Allah memberikan pendamping yang baik sesuai kualitas kebaikan dirinya.

Menelusuri Jejak Israel Di Tanah Palestina

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan nama Israel. Terutama setelah penyerangan besar-besaran. Sebenarnya siapa bangsa Israel itu? Israel (bahasa Ibrani מדינת ישראל Medinat Yisra‘el, Arab دولة إسرائيل Dawlat Isrā'īl). Nama Israel adalah nama yang diberikan Tuhan kepada Yakub, setelah Yakub memenangkan pergulatan melawan Tuhan dan Tuhan kalah (Kejadian 32:28). Sedangkan nama Yahudi barangkali diambil dari Yehuda. Yehuda adalah salah seorang putra nabi Yakub (Kejadian 29: 22) yang kemudian hari dijadikan nama salah satu kerajaan Israel yang pecah menjadi dua, setelah Solomon (Sulaiman) meninggal (1 Raja-Raja 12).

Bangsa Yahudi sangat terobsesi oleh kitab suci mereka, bahwa hanya merekalah satu-satunya bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk menguasai dunia ini. Bukankah Tuhan juga yang menyatakan kepada nenek moyang mereka Ibrahim, bahwa dari keturunan Ibrahimlah Tuhan akan menurunkan raja-raja didunia ini. Bagi mereka, keturunan Ibrahim hanyalah anak cucu yang lahir dari Sarah, isteri pertama Ibrahim, sehingga keberadaan Ismael anak sulung Ibrahim dari Hajar, dianggap tidak ada. Atas kecongkakkan dan kesombongan ini, Tuhan murka kepada bani Israel. Karena dosa-dosanya yang sudah tidak termaafkan lagi, bangsa Israel ini dihukum oleh Tuhan dengan menghancurkan kerajaan yang mereka miliki (2 Raja-Raja 17:7-23). Beratus-ratus tahun mereka menjadi warga negara kelas kambing yang tertindas di negeri Fira'un.

Kekuatan Mata Hati Kita

Mata hati, adalah salah satu dari sekian banyak pemberian Allah kepada makhluk yang bernama manusia tampa kecuali. Hanya manusia yang bisa mengfungsikannya dengan sempurna.Mata hati yang baik akan sanggup melihat dan merasakan apa-apa yang akan terjadi maupun yang telah lama berlalu. Tentu saja hanya kepada hati yang sejalan dengan pikiran yang sehat dan jernih, artinya pikiran selalu melahirkan komitmen yang mantap dan diiringi dengan keteguhan hati serta disampaikan /diikrarkan dengan mulut. Kalau hal ini berlawanan arah, lain dipikiran lain pula dihati serta lain dihati lain pula dimulut itulah yang dikatakan Allah sebagai ciri-ciri orang munafik. Kemunafikan kalau dibiarkan terus bersemayam dalam hati, maka dengan sendirinya hati itu akan menjadi buta dari petunjuk, yang berlanjut pada buta pendengaran, bahkan mata hati itu sendiri yang akan menyeret kebanyakan manusia kejurang neraka jahanam.

Tentang kondisi ini telah difirmankan Allah Swt di dalam Qs Al A’raaf-197 “Dan sesungguhnya kami jadikan untuk neraka Jahanam kebanyakan dari Jin dan Manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergnakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.

Ada Kekuatan Dalam Dirimu!

Ada kekuatan di dalam cinta, Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat Karena ia bisa mengalahkan keinginannya Untuk mementingkan diri sendiri.

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat. Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri, Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah tergoyahkan Dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam kesabaran, Orang yang sabar adalah orang yang kuat Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu Dan ia tidak pernah merasa disakiti.

Ada kekuatan di dalam kemurahan, Orang yang murah hati adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya Untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ketika Akal Berfikir, Iman pun Bertambah

"Fenomena alam adalah fakta, kenyataan, yang tunduk pada hukum hukum yang menyebabkan fenomena itu muncul, kemudian ada keterlibatan siapa di balik fenomena tersebut?"

Salah satu ciri makhluk dikatakan hidup adalah bergerak, manusia disibukan oleh rutinitas masing masing. Secara visuil kita bisa membedakan keadaan manusia yang diam dan yang disibukan dengan kegiatan kegiatan. Kita ambil contoh orang yang duduk di rumah sambil berpikir dengan seorang pekerja lapangan atau olahragawan yang senantiasa melatih tubuhnya. Secara spontan, maka yang kita pikirkan adalah hasil dari usaha kedua orang tersebut. Lalu pernahkah anda berpikir mereka adalah dua makhluk hidup yang bergerak? lalu kenapa mereka bisa bergerak?

Secara ilmu hayat, tubuh manusia terdiri dari miliaran sel sel yang membentuk jaringan sel-sel, otot otot, tulang, organ tubuh dan sebagainya. Kalau ditinjau lebih seksama, maka ia memiliki karakter frekwensi getaran tersendiri, frekwensi dari tubuh seseorang merupakan kumpulan dari semua frekwensi sel sel pembentuk tubuhnya, sehingga orang yang bersangkutanpun ditentukan oleh keadaan sel-sel tubuhnya, selanjutnya di dalam setiap sel terdapat satu "unit pikiran" (mind stuff) yang secara kolektif akan membentuk pikiran orang tersebut. Jadi, pikiran seseorang dipengaruhi langsung oleh keadaan sel sel ini. Sel-sel pembentuk tubuh ini terbuat sebagian besar oleh makanan yang kita makan. Begitupun ia juga tumbuh dan berkembang dari makan, udara dan air yang kita peroleh dari lingkungan kita, sel-sel dalam tubuh berusia 21-28 hari, sel yang mati diganti dengan sel yang baru terbentuk. Disini jelas dapat kita lihat bahwa makanan sangat mempengaruhi kondisi sel dalam tubuh kita yang berarti menentukan tingkat kesehatan tubuh dan pikiran.

Ketika Buta Mata Hati Kita

Pernah ada satu kisah seorang gadis yang membenci dirinya sendiri bahkan semua orang yang disekelilingnya dia benci, kecuali kekasihnya yang selalu setia menemani dan memberikan dorongan semangat untuk hidup. Padahal sebenarnya gadis itu cantik kekurangan yang ada dirinya hanya satu karena kedua matanya tidak bisa melihat. Sehingga dalam keseharian dirinya selalu meratapi hidupnya.

Namun gadis itu sangatlah beruntung memiliki pujaan hati yang cukup sabar mendengar segala keluh kesahnya, bahkan mampu menghibur dan membuatnya tersenyum. Kecintaan pada gadis itu pun dibuktikannya dengan datang melamar gadis tersebut untuk dinikahinya, tetapi sang gadis hanya rela dinikahi bila sudah dapat melihat dengan sempurna.

Doa gadis itu akhirnya terkabul. Ada seseorang yang bersedia mendonorkan matanya. Betapa bahagia dirinya begitu menyaksikan dunia baru yang indah dan penuh warna. Kekasihnya juga ikut bahagia merasakan kegembiraan. Dia segera menagih janji gadis itu.